Minggu, 14 November 2021

TINGKAT KENYAMANAN RUANGAN

Referensi : 
1. Fuzzy Logic Menggunakan Matlab oleh Suharni, M.T
2. Kajian Kenyamanan Pada Ruang Dalam Perkantoran oleh Aghni Hauna Aghniya, Edward Endrianto Pandelaki

3. Baku Tingkat Kebisingan Dan Nilai Ambang Batas Kebisingan oleh Rahmanu Eko
4. Kenyamanan Suhu dan Faktor Iklim Pada Ruang Kerja oleh Dedy Londong




                1. Tujuan [back]
Mahasiswa mampu memecahkan kasus terkait perancangan fuzzy logic controller.

                2. Alat dan Bahan [back]

Alat yang digunakan yaitu Matlab.

                3. Dasar Teori [back]


MATLAB
MATLAB merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dikembangkan oleh MathWorks dan dikhususkan untuk komputasi numerik, visualisasi,  dan  pemrograman. 

Aplikasi Fuzzy Logic Kontroler Untuk Menentukan Tingkat Kenyamanan Ruangan

Parameter input yang digunakan untuk menetukan tingkat kenyamanan ruangan pada kasus ini adalah 

1.      Kualitas penerangan (tata cahaya)

Gelap (<80 lux)

Redup (80 - 100 lux)

Remang-remang (100 - 120 lux)

Ambang batas optimal (120 - 130 lux)

Pencahayaan optimal (130 - 250 lux)

Terang (250 - 350 lux)

Terlalu Terang ( >350 lux)


2.      Temperature Ruangan

Sangat Dingin ( <18℃)

Dingin (18℃ - 20.5℃)

Sejuk Nyaman (20.5℃ - 22.8℃)

Nyaman Optimal (22.8℃ - 28.8℃)

Hangat nyaman (25.8℃ - 27.2℃)

Panas (27.2℃ - 30℃)

Sangat Panas (>30℃)


3.      Sirkulasi Udara

Sangat Buruk (Tidak ada ventilasi udara)

Buruk (hanya ada 1 ventilasi udara)

Cukup buruk (hanya ada 2 ventilasi udara)

Sedang (terdapat 3 ventilasi udara)

Cukup baik (hanya ada 4 ventilasi udara)

Baik (terdapat 5 ventilasi udara)

Sangat Baik(Terdapat lebih dari 6 ventilasi udara)


4.      Kebisingan

Sangat bising (>140 dB)

Bising (110 – 140 dB)

Cukup Bising ( 80 – 100 dB)

Normal (60 – 80 dB)

Agak sepi (40 – 60 dB)

Sepi (30 – 40 dB)

Sangat sepi(<30 dB)


5.      Tata ruang

Sangat berantakan

Berantakan

Cukup berantakan

Sedikit berantakan

Cukup rapi

Rapi

Sangat rapi


6.      Ukuran ruangan di banding jumlah orang di dalamnya (20 orang + perlengkapan kantor)

Sangat sempit (<25 m2)

Sempit (25 - 40 m2)

Cukup sempit (40 - 60 m2)

Sedang (60 - 100 m2)

Cukup Luas (100 - 160 m2)

Luas (160 - 220 m2)

Sangat luas ( >220 m2)


Parameter Output nya merupakan tingkat kenyamanan ruangan yang dikelompokkan menjadi 4 yaitu

1. Sangat tidak nyaman

2. Tidak nyaman

3. Kurang nyaman

4. Cukup nyaman

5. Nyaman

6. Nyaman optimal

7. Sangat nyaman


Tiap-tiap parameter ini ditentukan oleh paramter input yang telah kita tentukan sebelumnya.
 



                4. Percobaan [back]

Langkah 1 : Membuka toolbox fuzzy


Langkah 2 : Memasukkan Parameter Input



Langkah 3. Menentukan membership function



Langkah 4. Menentukan rules untuk output kenyamanan ruangan



Langkah 5. Ouput dari fuzzy control





                  5. Video [back]



                  6. Link Download [back]

Download MATLAB File : download
Download HTML : download
Download Video : download











Kamis, 11 November 2021

Model Linear

Referensi : Pengenalan Konsep Pembelajaran Mesin dan Deep Learning (Jan Wira Gotama Putra)




                1. Tujuan [back]
1. Memahami algoritma machine learning model linear
2. Mampu menyelesaikan aplikasi dari model linear

                2. Alat dan Bahan [back]
Alat yang digunakan pada pembelajaran ini adalah software Matlab

                3. Dasar Teori [back]
Matlab

MATLAB merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dikembangkan oleh MathWorks dan dikhususkan untuk komputasi numerik, visualisasi,  dan  pemrograman.


MODEL LINEAR

1. Pengertian

Model linear adalah kombinasi linear dari fungs nonlinear dari variable input.

Persamaan linear sederhana :

X adalah input dan w adalah parameter bobot dan b adalah bias.

Garis linear tersebut merupakan fungsi yang mewakili setiap sample. Error ini dapat dihitung menggunakan squared error function.

Dimana yi adalah nilai sebenarnya dan yi~ adalah nilai perkiraan.

2. Binary classification

Binary classification adalah suatu metode untuk menklasifikasikan data menjadi 2 kelas.

F(x) > threshold maka masuk ke kelas 1, F(x) < threshold maka masuk ke kelas 2. Threshold ini menjadi pembatas antara 2 kela (boundary decision).

3. Log-Linear Binary Classification

Digunakan untuk mengetahui besar peluang data tergolong pada suatu kelas.

Fungsi diatas juga dapat diyatakan dalam fungsi logistik

4. Multiclass Classification


Terdapat 2 jenis multiclass classification, yaitu :

a.       One versus one

Pada teknik one versus one, kita membuat sejumlah kombinasi pasangan kelas. Kemudian tiap model mengklasifikasikan input ke dalam satu dari 2 kelas. Pemilihan kelas klasifikasi didasarkan pada kelas yang sering muncul.

yi = 1

yi = -1

Hipotesis

Kelas 1

kelas 2

Kelas 1

kelas 3

Kelas 1

kelas 4

Kelas 2

kelas 3

Kelas 2

Kelas 4

Kelas 3

Kelas 4




a.       One versus all

Model pertama mengklasifikasikan input sebagai kelas pertama atau bukan kelas pertama. Setelah itu, dilanjutkan ke model kedua mengklasifikasikan input sebagai kelas kedua atau bukan kelas kedua, dan seterusnya.

5. Multi label Classification

Pada Multi label Classification mendefinisikan suatu data bisa saja tidak hanya dikelompokkan ke dalam 1 kelas, tetapi bisa saja memenuhi kategori dari 2 kelas yang berbeda.

Contoh :


6. Pembelajaran sebagai Permasalahan Optimisasi

Tujuan dari pembelajaran (training) adalah untuk meminimalkan error sehingga kinerja learning machine (model) diukur oleh squared error. Dengan kata lain, utility function adalah meminimalkan squared error.

θ adalah learning parameter dan θ^ adalah nilai parameter paling optimal. Dan L adalah loss function.


7. Batasan Model Linear

Terdapat 2 batasan yaitu:

a.       Additive assumption

Additive assumption berarti model linear menganggap hubungan antara input dan output adalah linear


a.       Linear assumption

Linear assumption berarti perubahan pada suatu fitur xi mengakibatkan perubahan yang konstan terhadap output, walaupun seberapa besar/kecil nilai xi tersebut.


8. Overfitting dan Underfitting

Underfitting adalah keadaan ketika kinerja model bernilai buruk baik pada training atau validation maupun testing data.

Overfitting adalah keadaan ketika kinerja model bernilai baik untuk training tetapi buruk pada unseen data.


9. Regularization

Merupakan suatu metode untuk menghindari overfitting. Caranya degan mengontrol kompleksitas parameter.


Dimana R(w) adalah fungsi regularization dan L adalah parameter control.


10. Transformasi Data


Fungsi transformasi yang digunakan :

Beberapa fungsi transformasi :

1. Fisher Kernel

2. Graph Kernel

3. Kernel Smoother

4. Polynomial Kernel

5. Radial Basis Function Kernel

6. String Kernel


                  4. Percobaan (Contoh) [back]

Kasus : memprediksi keuntungan yang diperoleh oleh suatu kota berdasarkan populasi penduduknya





Hasil :


                5. Video [back]




  
                  6. Link Download [back]

Download HTML : download
Dowload Matlab Code : download
Download Vide : download








Sabtu, 06 November 2021

Fuzzy Control System

Referensi :Introduction to Fuzzy Sets, Fuzzy Logic, and Fuzzy Control Systems (Chen G, Pham T)



1. Tujuan [back]

a. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar Fuzzy Kontrol Sisten

b. Mahasiswa mampu merancang Fuzzy Kontrol Sistem

2. Alat dan Bahan [back]

 
Alat yang dibutuhkan pada pembelajaran ini yaitu software MATLAB


3.Dasar Teori [back]

MATLAB

MATLAB merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dikembangkan oleh MathWorks dan dikhususkan untuk komputasi numerik, visualisasi,  dan  pemrograman.  

Tampilan MATLAB:


 

FUZZY CONTROL SYSTEM

I. Classical Programmable Logic Control

Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah suatu rangkaian micro controller yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu CPU, Memory, Power suplay, Data Register, Internal relay, Input / Output Counter dan Timer yang terintegrasi dalam satu perangkat.

Figure 1. Programmable Logic Controller

 

Untuk melihat cara kerja PLC, mari kita perhatikan contoh sederhana pada arm robot  yang meletakkan dan mengambil sesuatu benda dan bekerja dalam siklus otomatis di bawah kendali PLC.


A0: rotate the base counterclockwise (CCW),

A1: rotate the base clockwise (CW),

A2: lift the arm,

A3: lower the arm,

A4: extend the arm,

A5: retract the arm,

A6: close the gripper,

A7: open the gripper.

 

 

Figure 3. Time duration of activities of the robot arm. 

Time duration diatas dapat juga dinyatakan dalam tabel berikut

           

                                          

  Ladder Diagram Symbols

 

 II. Fuzzy Logic Control (I):

A.    A General Model-Free Approach

            Kontroler fuzzy umumnya dapat digambarkan dengan diagram blok seperti yang ditunjukkan pada figure 5



B. Design Principle of Fuzzy Logic Controllers (Konsep Desain Kontrol Logika Fuzzy)

Tahapan dalam perancangan Fuzzy Logic Controller (FLC), diantaranya.

 

1.      The Fuzzification Module (Proses Fuzifikasi)

Fuzifikasi merupakan tahapan untuk mengubah nilai  fisik (posisi, tegangan, derajat, dll.) sinyal proses, sinyal kesalahan yang merupakan input ke pengontrol logika fuzzy, menjadi fuzzy yang dinormalisasi subset yang terdiri dari subset (interval) untuk rentang input nilai dan fungsi keanggotaan yang dinormalisasi.


2.      The Fuzzy Logic Rule Base (Basis Aturan Logika Fuzzy)

 Prosedur umum dalam mendesain Fuzzy Logic Rule Base termasuk yang berikut:

a.       Determining the process states and control variables (Menentukan status proses dan variabel control)

Contoh  : pelacakan Temperature set-point.

.

b.      Determining input variables to the controller (Menentukan variabel input ke controller)

c.       Establishing a fuzzy logic IF-THEN rule base (Membangun logika fuzzy IF-THEN rule base)

Aturan  yang  digunakan  pada  himpunan  fuzzy  adalah  aturan  if-then. Aturan fuzzy IF-THEN merupakan pernyataan yang direpresentasikan dengan

IF < proposisi Fuzzy > THEN < proposisi fuzzy >


d.      Establishing a fuzzy logic inference engine (membangun inferensi Logika Fuzzy)

Inferensi  fuzzy  merupakan  tahap  evaluasi  pada  aturan  fuzzy. Tahap evaluasi dilakukan berdasarkan penalaran dengan menggunakan input fuzzy dan aturan fuzzy sehingga diperoleh  output berupa himpunan fuzzy.

Dalam  FIS  terdapat  dua proses yaitu:

1.  Implikasi yaitu proses mendapatkan consequent keluaran sebuah IF-THEN rule


2.  Agregasi  yaitu  proses  mengkombinasikan  keluaran  semua  IF  THEN  rule  menjadi sebuah  fuzzy  set  tunggal.

Metode inferensi fuzzy diantaranya :

·         Metode Mamdani

  Metode  Mamdani menggunakan fungsi implikasi min dan agregasi max sehingga metode  Mamdani  juga  disebut  dengan  metode  MIN-MAX  (min-max inferencing). Keluaran untuk   aturan metode Mamdani didefinisikan sebagai

 

·         Metode Tsukamoto

Metode Tsukamoto merupakan metode dimana konsekuen dari  aturan  fuzzy-nya  direpresentasikan  dengan  fungsi  keanggotaan yang monoton. Pada metode Tsukamoto,  implikasi  setiap  aturan  berbentuk  implikasi  “Sebab Akibat”/Implikasi  “Input-Output”  dimana  antara  anteseden  dan  konsekuen  harus  ada hubungannya. 

·         Metode Sugeno

Jika  pada  metode Mamdani  proses  defuzzifikasi  menggunakan  agregasi  daerah  kurva, maka pada metode Sugeno agregasi berupa singleton-singleton.

3.      The Defuzzification Module (Proses Defuzzifikasi)

Defuzzifikasi merupakan proses yang berkebalikan dengan proses pada fuzzifikasi. Defuzzifikasi didefinisikan sebagai pemetaan dari himpunan fuzzy ( ) ke himpunan tegas.


Berikut adalah beberapa metode yang digunakan untuk proses defuzzifikasi.

a.       Metode Centroid (Center  of  Grafity)

Proses  defuzzifikasi  pada metode  Centroid  adalah  dengan  mengambil  nilai  titk  pusat  ()  dari daerah  pada  fungsi  keanggotaan B.

b.      Metode Bisektor

Metode bisektor mengambil nilai pada doamin himpunan fuzzy  yang  memiliki  nilai  keanggotaan  pada  daerah  fuzzy  sebagai solusi tegas, dan didefinisikan sebagai:

Dengan sedangkan p = x yang membagi daerah inferensi menjadi dua bagian yang sama besar.

c.       Metode Mean of Maximum (MOM)

Solusi tegas diperoleh dengan cara mengambil nilai rata-rata domain yang memiliki nilai keanggotaan maksimum.

d.      Metode Largest of Maximum (LOM)

Solusi tegas diperoleh dengan cara mengambil nilai terbesar dari domain yang memiliki nilai keanggotaan maksimum.

e.       Metode Smallest of Maximum (SOM)

Solusi tegas diperoleh dengan cara mengambil nilai terkecil dari domain yang memiliki nilai keanggotaan maksimum

 

4.Percobaan [back]

Kasus : Parkir truk


Tujuannya adalah untuk merancang pengontrol logika fuzzy, tanpa asumsi model matematis truk, untuk memarkir truk di mana saja disumbu x. Misalkan : Truk dapat bergerak maju dengan kecepatan konstan v =0,5 m/s dan diasumsikan truk dilengkapi dengan sensor yang dapat mengukur lokasi (x,y) dan orientasi (sudut) setiap saat.

Maka:

·         Logika fuzzycontroller adalah untuk memberikan input, u, untuk memutar roda kemudi dan, akibatnya, untuk manuver truk

·         Variabel input adalah sudut truk dan koordinat posisi vertikal, y,

·         Variabel output adalah sudut kemudi (sinyal), u.

Rentang variabel telah ditetapkan sebelumnya sebagai


Linguistic term yang digunakan pada desain ini adalah

Langkah pertama adalah memilih fungsi keanggotaan. 

Fungsi keanggotaan untuk posisi y

 
 

Fungsi keanggotaan pada sudut

   

Fungsi keanggotaan untuk sinyal control u

   

Langkah kedua : Basis aturan yang digunakan

 

Langkah ketiga : defuzzifikasi

Sebanyak 12 simulasi komputer dilakukan. Berikut ini adalah model matematika sederhana untuk gerak truk. Model ini digunakan untuk membuat data untuk simulasi tetapi tidak digunakan dalam desain pengontrol. Model ini langsung mengikuti dari geometri truk

Hasil Desain control fuzzy pada parkir truk terlihat pada gambar dibawah

 

 


5.Video [back]


 



6.Link Download [back]
Download HTML    : download
Download Video 1      : download
Download Video 2     : download